Selamat Datang di Dunia Maya Pamasian

Jumat, 11 Juni 2010

Legenda Asal-Usul Nama Palayangan

Palayangan adalah suatu tempat yang terletak di daerah perbatasan antara Kabupaten Tanahdatar dengan Kabupaten Lima Puluh Kota, lebih kurang 11 Km dari pusat pemerintahan Kecamatan Lintau Buo Utara dan 53 Km dari Kota Batusangkar. Tepatnya di Jorong Pamasian Nagari Tanjuang Bonai Kecamatan Lintau Buo Utara. Daerah ini terletak di tepi Batang Sinama dan di tempat ini juga terdapat satu buah Ngalau atau Goa yang disebut Ngalau Palayangan. Dalam Ngalau Palayangan terdapat sarang Burung Walet yang cukup banyak, karena itu juga sering terjadi pertengkaran antara warga Jorong Pamasian dengan Warga Nagari Halaban yang terdapat di Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota. Walaupun di tempat ini tidak ada penduduk dari kedua daerah yang tinggal menetap namun keduanya saling mengaku Palayangan adalah bagian dari nagarinya.
Asal usul nama palayangan bermula dari sekelompok manusia yang mengadakan perjalanan dari kaki Gunung Sago atau Gunung Mahalintang di daerah Kabupaten Lima Puluh Kota mencari daerah baru untuk dijadikan tempat tinggal, karena daerah mereka telah terlalu banyak penduduknya sehingga daerah pertanian juga semakin sempit. Mereka berjalan menyusuri tepi Batang Sinama ke hilir secara berkelompok dan berjalan kaki.
Dalam perjalanan mereka menemukan sebuah lembah yang dikelilingi oleh bukit-bukit. Lembah ini tidak terlalu luas, namun sangat baik untuk dijadikan tempat tinggal dan bersawah atau berladang karena di daerah ini terdapat aliran sungai kecil, selain itu juga terletak di tepi Batang Sinama. Tetapi karena daerah ini tidak begitu luas mereka sepakat untuk mencari daerah baru yang lebih luas, namun daerah ini tetap dipakai untuk beberapa keluarga.
Sebelum melanjutkan perjalanan mencari daerah baru, mereka membagi kelompok menjadi tiga. Kelompok pertama melanjutkan perjalanan ke hilir Batang Sinama. Kelompok kedua tetap tinggal di lembah tersebut untuk berjaga-jaga dan mempersiapkan tempat untuk penduduk yang akan dipindahkan ke lembah tersebut. Sedangkan kelompok ketiga kembali ke hulu atau tempat tinggal mereka untuk menjeput masyarakat yang akan dipindahkan ke daerah baru.
Dalam perjalanan pulang kelompok ketiga mengambil jalan pintas supaya cepat sampai. Namun mereka harus menyeberangi Batang Sinama yang arusnya sangat deras yang tidak memungkinkan untuk berenang dan berakit. Akhirnya mereka sepakat melompat untuk menyeberangi Batang Sinama. Ketika melompat itu mereka seperti melayang di udara bagaikan burung terbang hingga semuanya sampai di seberang. Karena mereka melayang di udara menyeberangi Batang Sinama, mereka sepakat memberi nama daerah itu dengan Palayangan, yaitu tempat mereka melayang atau melompat menyeberangi Batang Sinama. Sampai sekarang daerah itu masih disebut Palayangan dan penduduk masih belum ada yang tinggal menetap di sana karena masih jauh dari keramaian walaupun sudah dibuka jalan baru. Sedangkan lembah yang mereka temukan itu adalah Jorong Pamasian.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar